Seperti yang kamu liat di judul posting aku ini.
Yang lalu biarlah berlalu. Tapi, jika yang lalu masih belum bisa berlalu? bagaimana dengan nasib diriku? nasib hatiku?
Kamu,
Bagaikan matahari yang selalu menyinari dan menuntun ku di pagi hari menuju hari yang cerah.
Bagaikan karang yang tahan walau diterjang ombak.
Mungkin semua kata-kata itu terlalu indah jika ku menyadari bahwa sekarang kau mati rasa berkat kelakuanku.
Rintik-rintik hujan ini mengingatkanku bagaimana rasa itu bisa terjadi di benakku. Sayang, aku terlalu lama untuk menyadari semua itu. Aku terlalu lama untuk memilah. Aku terlalu takut untuk meyakinkan hatiku bahwa kamulah yang bisa ku percaya sepenuh hati. Aku terlalu lama berdiskusi dengan hatiku tentang dirimu, aku terlambat.
Banyak yang bilang, kesempatan kedua itu ga akan muncul. Tapi aku yakin, kalau kita masih bisa bertemu dikesempatan kedua. Entah kapan terjadinya, tapi satu yang harus kau tau. Hati ini sudah yakin dengan dirimu. Aku ga akan memaksa kamu untuk menyukaiku tuk yang (kedua kalinya) . Aku hanya ingin kau tau, hati ini sudah yakin dengan dirimu. Tak perlu ku ragukan lagi sosokmu.
Sekarang, semua keputusan ada ditanganmu. Akankah kita berlanjut? Atau cukup sampai disini?
Hal terbaik yang bisa kau lakukan adalah melupakanku. Bukan melupakan kenangan kita.
Hal terbaik yang bisa ku lakukan adalah meyakinkanmu tuk tidak melupakanku, dan merangkai kisah baru tentang "kita."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar