Hai perkenalkan.
Namaku wanita, hobby ku kegeeran. Makanan favoriteku harapan palsu.
Belum apa-apa hatiku sudah bergetar bak dialiri aliran listrik 300W, langsung mengambil kesimpulan bahwa dia menyukai ku. Wanita, kami berpikir menggunakan hati bukan logika. Karena kami terlalu banyak menggunakan hati dalam berbagai kesempatan,maka hati kami mudah hancur jika tersentuh dengan suatu hal yang menurut kami itu tidak masuk akal dan menyakiti hati kami. Kami mudah mengeluarkan air mata, kami bersedih semua syaraf seakan-akan terhubung dengan mata ini. Tetesan air mata pun membajiri wajah kami.
Masalah yang sering kami hadapi adalah bagaimana mengungkapkan perasaan yang selalu menggebu-gebu dihati kami. Kami tidak bisa mengungkapkannya, tapi kami bisa merasakannya. Kami bisa membuatnya ada, tapi kami tidak pernah bisa membuatnya menjadi kenyataan. Kami selalu terhalang dengan 'gengsi' yang kami milikki. Gengsi yang kami milikki melebihi tingginya high heels yang kami gunakan. Kami selalu berfikir wanita itu tidak mungkin menyatakan perasaannya didepan pria yang dia cintai. Kami selalu memegang teguh prinsip bahwa Hanya Prialah yang berhak untuk menyatakan perasaannya "terlebih dahulu". Prinsip itu sudah melekat pada diri wanita. Sehingga jangan heran jika zaman sekarang wanita banyak yang mengeluh tentang kisah cintanya di dunia maya. Seperti Facebook,Twitter,Heello dll tentang perasaannya yang tidak sempat terbalas oleh seorang pria yang dia sukai. Terkadang,kami memang terlalu cepat mengambil keputusan. Seorang yang perhatian belum tentu menyukai kita, itu tandanya mereka perduli terhadap keberadaan kita.
Tapi terkadang kami tidak bisa membedakan mana pria yang tulus mencintai dan mana yang hanya memberi harapan kosong. Kadang pria yang justru sungguh-sungguh mencintai kami, kami malah tidak menganggap keberadaan mereka. Bukan kami tidak menghargainya, tapi kami terlalu sibuk mencari seorang yang lain. Kami tersadar akan keberadaan mereka begitu mereka pergi menghilang dari kehidupan kami. Penyesalan pun datang bersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar